Pages

Sunday, 10 February 2013

PRAKTIKUM FISIKA (pembahasan dan kesalahan yg sering terjadi selama praktikum)

sebelum memasuki praktikum biasanya dimulai dengan doa dan lanjut KUIS..

selama KUIS mahasiswa tidak usah khawatir dengan soal susah dan panjang lebar..

di fisika, kuis selama praktikum ini tidak sepenuhnya berhubungan dengan lab. bisa saja diluar praktikum (soal bonus dll). oleh karena itu belajar tidak usah terlalu serius. cukup  dihayati dan dinikmati saja. dibandingkan dengan praktikum biologi dan kimia, dapat dibilang praktikum fisika ini cukup dan paling santai..

 

BAB I TEORI PENGUKURAN DAN KESALAHAN

untuk bab ini hanya diberikan materi oleh asprak yg bersangkutan. cara perhitungan dan pengolahan data dengan menggunakan kalkulator.

oleh karena disarankan membawa KALKULATOR untuk praktikum bab ini dan BAB selanjutnya. (ex: rataan, standar deviasi, ragam dll).

dalam bab ini tidak ada penulisan laporan.

 

BAB II PENGUNAAN ALAT-ALAT UKUR

bab ini sudah mulai menggunakan alat ukur seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup yang digunakan untuk mengukur panjang dan diameter silinder kayu atau logam yang disediakan.

selama pembahasan, yang paling disinggung dalam bab ini adalah ketidakpastian selama pengukuran. ketidakpastian disebabkan oleh beberapa faktor saat melakukan praktikum di lab. hasil data yang diperoleh pun sebaiknya dinyatakan dengan notasi ± atau menggunakan jumlah angka signifikan. 1/2 nst dari jangka sorong adalah 0,001 sedangkan 1/2 nst dari mikrometer sekrup adalah 0,0005. nst merupakan nilai skala terkecil yang dijelaskan pada bab 1 sebelumnya(baca modul panduan praktikum). kesalahan yang terjadi tidak hanya dari kesahan kalibrasi dan titik nol, namun juga dapat disebabkan oleh keterampilan masing-masing individu dalam melakukan pengukruan.

untuk mahasiswa biasanya bingung dalam menentukan daftar pustaka, saya lampirkan beberapa dapus yg dapat kalian pelajari atau copas saja karena tidak mau ambil pusing.. (mahasiswa terampil hanya kenal CTRL+C dan CTRL V )  =D

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. Aserway, raymond dan jerry S. 2003. college Physics International Student Sixth. canada: Thomson Brooks cole

3. Tim penyusun. 2010. Modul Praktikum Fisika Tingkat Persiapan Bersama.Bogor:IPB

bagaimana dengan daftar pustaka dari web, wikipedia, dan blog,? boleh saja tergantung dari kesepakatan asprak tertentu nantinya.

maksimal daftar pustaka? biasanya standar asprak minimal 3 buah sumber

 

BAB III KINEMATIKA GERAK LURUS BERATURAN DAN BERUBAH

bab ini paling sederhana dari sebelumnya. karena ketika duduk di lab, meja lab akan kosong tidak ada alat praktikum. karena bab ini hanya mengolah data saja dengan menggunakan kalkulator. keterampilan praktikan dapat diuji disini.Assisten akan memandu jalannya praktikum dengan memberikan 3 tabel data(biasanya) yaitu berupa GLB dan GLBB. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan teknik regresi linear.

alat yg dibutuhkan, selama praktikum

1.kalkuilator

2. kertas grafik.

3.kertas HVS. biasanya penulisan laporan langsung ditempat (On The Spot) tetapi ada asprak yg membuatnya menjadi laporan mingguan.

persamaan linear yang sudah kita kenal adalah y=a+bx. pembahasan yang sering disinggung dalam baba ini, menjelaskan kembali apa itu kinematika, GLB dan GLBB, Kecepatan, kelajuan dan percepatan.. bagaimana bentuk ketiga grafik yang dihasilkan dari 3 tabel. serta apa aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. untuk aplikasi banyak sekali salah satunya

1. kereta dengan keceptan konstan pada rel,

2. pesawat yang melintas di udara dengan keceptan tetap,

3. mobil yang mula-mula bergerak lalu direm sehingga mengalami perlambatan dan berhenti,

4. motor yang mula-mula diam lalu di gas sehingga mengalami percepatan dan lainnya

kesalahan yang sering terjadi adalah keterampilan setiap praktikan diuji dalam mengolah data. dalam pengolahan data bilangan angka penting sangat diperhatikan. selebihnya anda dapat membahasnya lenbih lanjut.

untuk dapus:

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

3. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

4. Aserway, raymond dan jerry S. 2003. college Physics International Student Sixth. canada: Thomson Brooks cole

5. Tim penyusun. 2010. Modul Praktikum Fisika Tingkat Persiapan Bersama.Bogor:IPB

 

BAB IV DINAMIKA GERAK TRANSLASI DAN GAYA BERAT

bab ini banyak mengaplikasikan HUKUM II NEWTON. percepatan sebuah benda yang diberi gaya adalah sebanding dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. pembahasan mengacu pada data yang didapatkan seperti berat benda dan berapa keceptan gravitasi yg didapatkan dalam SI. membahas ketelitian data yang diadapat. Jangan takut jika ketelitian data kecil, tulis saja pada buku laporan anda jika hasilnya memang kecil. namun di pembahasan bahas tuntas kenapa ketelitiannya menjadi kecil dan  faktor apa yang mengakibatkan ketelitian menjadi kecil. jabarkan secara terperinci.

dapus:

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

 

BAB V OSILASI GETARAN SELARAS

pengolahan data yg difokuskan disini adalah mencari nilai konstanta pegas (k). untuk grafik umumnya Periode kuadrat (T2)berbading lurus dengan 4π2m dimana m adalah sebuah massa benda. sifat elastisitas pegas pun bergantung pada massa beban yang digunakan. semakin berat elastisitas pegas semakin berkurang dan waktu yang diperlukan pun semakin lama. jika beban terus bertambah, maka pegas pun menjadi semakin tidak elastis dan hal ini menyebabkan getaran melemah atau bahkan tidak terjadi. oleh karena itu ada massa efektif pegas yaitu merupakan massa maksimum beban yang digunakan agar pegas masih bisa melakukan kerja secara efektif(sifat elastisitas masih ada dan terlihat jelas). apabila beban melebihi ,massa efektif, maka sifat elastisitas berkurang..

kemudian percobaan 1 yang menyebabkan ketelitian jauh dibawah 100% adalah keadaan pegas yang sudah tidak optimal, banyaknya getaran yang dihasilkan di sekeliling maja praktikum yang berpengaruh pada pergerakan pegas, kurang terampilnya pengamat dalam melakukan percobaan dan adanya kesalahan pada pembacaan skala pengukuran.

untuk percobaan kedua getaran selaras teredam karena adanya pengaruh hambatan udara dan gesekan pegas dengan kaca di luar pegas, maka pegas akan berhenti melakukan getaran(osilasi berhenti)

Daftar pustaka

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

3. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

 

BAB VI HUKUM ARCHIMEDES

BAB yang memerlukan konsentrasi tinggi. karena bab ini memerlukan waktu yg relatif lebih lama (biasanya). tujuannya untuk mencari kerapatan benda padat dan cair dengan menggunakan hukum archimedes. Ada 3 percobaan yang dilakukan.

1. mengukur diamter dan tinggi silinder logam, mengukur tebal kayu dan keping gelas. kemudian menimbang beratnya dengan nerace teknis.

2. mengisi becana kaca dengan air, kemudian menggantung silinder logam pada lengan timbangan dengan seutas benang nilon., catat datanya.

3. balok kayu digantung (kerapatannya lebih kecil dari air) dan pembenam. catat skala timbangan sebagai m1, kemudia balok kayu dan pembenam seluruhnya tercelup di air dan catat sebagai m2.

ketelitian yang dicapai oleh mahasiswa biasanya beragam, jika beragam bahas pembahasan yng diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu landasan yang bergetar(tiang statis), timbanga yg kurang teliti dan keterampilan itu sendiri..

Daftar pustaka

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

3. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

 

BAB VII HUKUM OHM DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

rangkaian listrik terutama resistor dalam bab ini diukur menggunakan teori gelang warna dan rumus hukum ohm (jika paralel dan seri).

dalam pelaksanaannya, diberika 1 resistor dengan 4 warna yg berbeda. cirinya 3 warna yg berdekatan merupakan besar resistor dan 1 warna yg agak berjauhan merupakan toleransi (hanya warna emas, silver dan tidak berwarna)

url

Hukum Ohm merupakan R=V/I dimana R=hambatan, V(tegangan) dan I(arus).

resistor dinamakan hambatan karena jika suatu rangkaian listrik diberi resistor maka arusnya akan mengecil. jika hambatan semakin besar makan nilai arus akan menuju 0. Harus diingat Amperemeter yang digunakan untuk menghitung arus dalam rangkaian selalu dipasang SERI terhadap resistor, sedangakan Voltmeter untuk mengukur besar tegangan dalam rangkaian selalu dipasang PARALEL terhadap resistor.

untuk percobaan Gaya gerak Magnet, arus listrik yang muncul karena perubahan fluks magnet. saat batang magnet utara dimasukkan ke dalam kumparan maka jarum akan menunjukkan ke kiri , sedangkan magnet Utara dikeluarkan dari kumparan jarum akan menunjukkan ke arah kanan. dan sebaliknya untuk selatan.

proses yang terjadi selama dimasukkan magnet adalah jumlah garis gaya magnet  yang bertambah banyak didalam kumparan, bertambahnya garis gaya ini menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan yang menyebabkan arus litrik mengalir menggerakan jarum galvanometer.

Kesalahan selam praktium yang sering terjadi adalah keterampilan penganmat yang tidak fokus.

Daftar Pustaka:

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

3. Mulyadi,Memet. 2009. Induksi Elektromagnetik (materi IPA kelas 9 SMP).[terhubung berkala].www.memetmulyadi.wordpress.com.

    8  desember 2010

4. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

 

BAB VIII PEMUAIAN LINEAR

bab ini memfokuskan pada pengukuran koefisien muai panjang suatu logam.. artinya bab ini memakan waktu cukup lama selama praktikum..

kebanyakan logam akan memuai ketika dipanaskan sampai suhu di bawah suhu perubahan fasa, pemuaian yang terjadi biasanya berubahnya L(panjang), A(luas) dan V(volume)

semua perhitungan sesuai dengan rumus pemuaian yang telah kita ketahui. sehingga dapat dicari nilai alpha(koefisiem muai panjang/koefisien muai linear). data yang dibahas biasanya keteliatian dan ketepatan selama praktikum yang didapatkan. untuk kesalahan alat sepertinya tidak terlalu sering terjadi.

Daftar pustaka.

1. Adit.2008.Suhu dan Pemuaian Suatu Zat.[terhubung berkala].www.klikbelajar .com. 1 Desember 2010

2. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

3. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

 

BAB IX KALORIMETER

Menentukan kalor jenis suatu logam dalam bab ini, lalu dibandingkan nilai kalor jenis logam pada literatur. diantaranya:

Ctembaga=0.093 cal/gC                             Calumunium= 0.217cal/gC

Cbesi= 0.113 cal/gC                                  

persaamaan asas black dapat diterapkan pada kalorimeter. setiap benda memliki kalor jenis yang berbeda. kalor jenis merupakan sumber panas yang diperlukan oleh 1 gram zat untuk meningkatkan suhunys sebesar 1C. selain kalor jenis adapula yang dinamakan kalor laten. kalor laten merupakan banyaknya tambahan kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dala wujud tertentu ke wujud lainnya. kalor laten termasuk didalamnya kalor peleburan (padat menjadi cair) dan kalor penguapan (cair menjadi gas). Biasanya selama praktikum kalor jenis yang didapatkan sedikit berbeda dengan yang ada pada literatur dan hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi alat yang digunakan dan kecekatan pengamat. pelepasan kalor ke lingkungan juga yang menjadikan datakurang akurat.

Daftar Pustaka

1. Giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

 

BAB X PEMBIASAN DAN PEMANTULAN

bab terakhir ini, bab yang penulisan laporannya on the spot(biasanya) atau langsung dikumpulkan hr itu juga.

praktikan harus memahami isi dari hukum snellius terlebih dahulu dimana,

Hukum Snellius I

Adapun bunyi Hukum Snellius I adalah :

“Jika suatu cahaya melalui perbatasan dua jenis zat cair, maka garis semula tersebut adalah garis sesudah sinar itu membias dan garis normal dititik biasnya, ketiga garis tersebut terletak dalam satu bidang datar.”

screenshot

Hukum Snellius II

Adapun bunyi Hukum Snellius II adalah :

“Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias selalu konstan. Nilai konstanta dinamakan indeks bias(n).”

screenshot-1

perlu diketahui juga indek bias akan semakin besar seiiring dengan kerapatan yg meningkat. untuk udara= 1, air=1.33 dan kaca=1.5

sehingga jika cahaya dari udara memasuki medium yg indeks biasnya biasnya rapat maka sinar biasnya akan semakin merapat dengan garis normal dan sebaliknya.

kesalahan yang sering terjadi adalah, alat yang sudah lama untuk pengukuran indeks bias air. karena angka yang sudah kabur. serta kekeruhan air mempengaruhi perhitungan indeks bias air. untuk indeks bias kaca kesalahan  yang sering terjadi pada keterampilan praktikan itu sendiri.

 

daftar pustaka.

1. giancoli,douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. jakarta:erlangga

2. halliday and resnick. 1991.Fisika Jilid 1. jakarta:Erlannga

3. Tipler,P.A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik jilid 1. Jakarta:Erlangga

No comments:

Post a Comment

Post a Comment